Kamis, 19 Juli 2018

Bowo Alpenliebe dan Cyberbullying di Indonesia

Kalian ingat Bowo Alpenliebel? Anak belasan tahun yang sempat viral karena beberapa unggahan videonya di aplikasi TikTok (sebuah aplikasi yang kini telah di blokir oleh Keminfo dengan alasan tidak mendidik dan sebagainya). Bowo juga banyak dibicarakan warga net lantaran unggahan videonya serta meet and great berbayar yang telah lakukan beberapa waktu lalu.
Sayangnya, yang ramai dibicarakan warganet bukanlah karya atau hal positif yang dilakukan Bowo, melainkan warganet yang berbondong-bondong melakukan cyberbullying kepada Bowo dengan memberondong komentar negatif – yang sangat tidak patut dibaca oleh anak berusia 13 tahun – di akun Instagram miliknya.
Kasus Bowo merupakan satu dari 41-50% remaja di Indonesia yang pernah mengalami tindakan cyberbullying (data UNICEF tahun 2016). Beberapa tindakan cyeberbullying di antaranya adalah doxing (mempublikasikan data personal), cyberstalking (penguntitan dunia maya yang berujung pada dunia nyata), revenge pom (penyebaran foto atau video dengan tujuan balas dendam yang dibarengi dengan tindakan intimidasi) dan beberapa tindakan dengan tujuan balas dendam yang dibarengi dengan tindakan intimidasi) dan beberapa tindakan cyberbullying lainnya.
Fenomena Cyberbullying bukanlah fenomena yang lumrah dan dapat ditolelir begitu saja. Mengutip New York Times (22/1), riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Keluarga di Hallym University, sekitar 60% orang di Korea Selatan berusaha melakukan percobaan bunuh diri dan 15% diantaranya disebabkan karena bullying baik di dunia maya maupun traditional bullying.
Dampak negatif cyberbullying tidak hanya dirasakan korban di dunia maya saja, akan tetapi berdampak pula pada kehidupan mereka. Diantara dampak negatif cyberbullying adalah psikologis berupa stres hingga depresi, turunnya performa akademik, paranoid dan yang lebih mengkhawatirkan adalah jika korban nantinya menjadi pelaku dari cyebrbullying itu sendiri.
Artinya, cyberbullying sudah sepatutnya kita soroti dan cegah bersama. Jangan sampai pola seperti ini terus ada dan berputar di antara kita.

Mari peduli, jangan saling mem-bully!

(Pernah diposting di akun sosial media YouthProactive)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar